Home » Artikel Kesehatan » Mengapa Tubuh Butuh dengan Herbal?

Mengapa Tubuh Butuh dengan Herbal?

Mengapa Tubuh  Butuh dengan Herbal?

Let The food by the medicine and the medicine by the food
“Jadikan makanan sebagai obat dan obat sebagai makanan

Ungkapan di atas telah diucapkan oleh bapak kedokteran Barat Hipokrates ribuan tahun silam. Meski diucapkan sejak jaman baheula, ungkapan tersebut masih relevan, dan pas digunakan hingga saat ini. Di saat pengobatan modern semakin tak memberi harapan bagi kesembuhan beragam penyakit  degeneratif, maka cara-cara alami kembali dipilih. Orang menyebutnya sebagai pengobatan alternative, yang ini sangat banyak ragamnya. Meski kadang orang mengidentikan pengobatan alternative dengan sesuatu yang mistis dan di luar akal sehat. Namun sebenarnya, ada banyak jenis pengobatan ini, dari yang sah dan boleh dilakukan hingga yang terlarang. Tentu saja, hanya tehnik pengobatan yang sah dan boleh saja yang layak kita pilih. Sedangkan pengobatan dengan hal yang terlarang, syirik atau yang haram tidak layak jadi pilihan.

Beragam jenis perawatan dan teknik pengobatan berkembang di berbagai belahan dunia.  Salah satunya yang terpenting dengan mengonsumsi buah, sayuran sehat dan herbal. Konsep penjagaan kesehatan dengan kembali kepada alam  sebenarnya merupakan pilihan yang paling murah dan mudah untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengobati berbagai macam penyakit.

Titik awal untuk memperoleh kesehatan yang optimal adalah dengan memenuhi nutrisi –makanan- yang optimal. Gizi bagi tubuh yang optimal membantu seseorang untuk memelihara kesehatan di saat berada di lingkungan yang ekstrim (tak sehat), melawan penyakit, dan membenahi ketidakseimbangan dalam tubuh, menyediakan energy dan meningkatkan gairah hidup.
Tidak bisa disangsikan manusia jaman sekarang- termasuk kita tentu saja- banyak yang mengonsumsi makanan-makanan yang telah tercemar pestisida, memasukkan makanan yang mengandung zat-zat aditif, dan menghirup udara yang tercemar oleh bermacam-macam polutan. Asap rokok, asap kendaraan bermotor hingga asap pabrik. Tak heran jika tubuh bagian dalam kita dipaksa untuk bekerja keras (overworked),  kelebihan beban (overburdened), hingga tak mampu  bertahan lebih lama lagi untuk membuang semua unsure-unsur merusak ini dari dalam tubuh.    Padahal semua unsure merusak ini sangat berkaitan erat dengan penyakit modern yang membuat heboh manusia saat ini seperti  jantung koroner, darah tinggi (hipertensi), diabetes non insulin dependent (diabetes yang tidak tergantung dengan insulin), beragam kanker dan osteoporosis. Masih banyak penyakit lain yang terkait erat dengan buruknya aktivitas makan ini. Penyakit ini tadi telah menyerang jutaan manusia dan menghabiskan trilyunan uang untuk mengobatinya.

Menurut data yang dikumpulkan oleh the National Academy of Sciences, didapatkan bahwa 60 persen dari semua kanker yang menyerang wanita, dan 40 persen dari semua kanker yang menyerang pria terkait dengan diet –pola makan dan factor nutrisi. Bila demikian konsekwensinya, diet dan nutrisi adalah prinsip untuk pencegahan terjadinya penyakit kanker dan salah satu masalah utama yang mesti dikontrol oleh masyarakat. Ini merupakan korelasi pasti antara pola makan dengan penyakit, yang tidak hanya dilihat sebagai tantangan namun juga peluang di masa mendatang.

Buah dan sayuran adalah jenis makanan yang sering diremehkan oleh banyak orang. Tidak bisa dipungkiri, serbuan makanan-makanan modern yang miskin serat telah memalingkan banyak orang dari buah dan sayuran Padahal buah-buahan dan sayuran sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Badan jadi lebih hebat dan kuat. Kuat karena keduanya mendongkrak kemampuan sel-sel tubuh dalam melawan inviltrasi dari luar. Hebat karena buah dan sayuran menjadikan sel-sel tubuh lebih awet muda karena kemampuannya menangkal radikal bebas.
***
Radikal bebas sendiri adalah molekul yang kelewat reaktif yang bisa berikatan dan merusakan komponen selular. Radikal bebas bisa jadi diderivasikan dari lingkungan sekitar kita, misalnya saja sinar matahari, sinar X atau polusi, dimasukkan dalam makanan kita atau diproduksi sendiri oleh tubuh kita selama terjadinya reaksi metabolisme di dalam tubuh. Kebanyakan dari radikal bebas ini diderivasikan dari oksigen dan dapat merusak membran sel, protein dan gen kita.

Radikal bebas yang tak diinginkan ini ternyata punya ‘persaudaraan’ dengan sejumlah penyakit yang diderita manusia, seperti atherosclerosis*, kanker, penyakit Alzheimer*, katarak, osteroarthritis, dan penurunan imunitas tubuh.
Nah yang jadi pertanyaan besar, bagaimana cara kita untuk meminimkan efek dari radikal bebas yang berbahaya tadi? Satu hal yang mesti dilihat dan dicermati adalah bagaimana makhluk hidup yang lain bisa mengatasi proses yang sama tadi. Karena faktanya tak hanya makhluk bernama manusia saja yang terpapar oleh cahaya ultraviolet dari matahari. Contohnya saja tumbuhan, juga terpapar radikal bebas karena ia menggunakan cahaya ultraviolet untuk kebutuhannya, namun demikian ia memiliki unsure special di dalam tubuhnya sehingga ‘kebal’ dengan bahaya cahaya ultraviolet. Unsur ini yang kemudian dikenal dengan nama –phytokimia-  yang diketahui memiliki kemampuan untuk menghancurkan radikal bebas yang tak diinginkan. Sehingga potensi yang bisa kita manfaatkan sekarang adalah mengidentifikasikan tanaman-tanaman tertentu yang memiliki unsure special dan dapat beraksi bersama dengan system kekebalan tubuh kita untuk mengurangi pengaruh radikal bebas yang merusak terlebih untuk mengurangi risiko terkena penyakit degenerative.  Sekarang banyak orang sadar bahwa banyak buah-buahan dan sayuran mengandung tak hanya vitamin-vitamin dan mineral penting, namun juga penuh dengan unsure yang disebut sebagai “Antioksidan.”
Oleh karenanya, jangan remehkan peran herbal bagi kesehatanmu. (**)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn